Lumayan lama blog ini ga di-
update.
I've been busy like mbok-mbok jamu
in the morning, gara-gara
deadline, jalan-jalan, nonton pameran, blah blah...
Long Weekend kemarin (2,3 & 4 September) gw jalan-jalan ke Surabaya-Malang-Mojokerto, ikut tur Plesiran Tempoe doeloe (PTD) bareng Sahabat Museum.
It was fun dan setidaknya menambah sedikit pengetahuan gw tentang peninggalan bersejarah yang ada di Jawa Timur. Terus terang saja, pelajaran sejarah yang gw dapet di sekolah udah menguap entah kemana digantikan pengetahuan remeh temeh tentang selebrity Hollywood, seperti siapa yang dikencani Ben Affleck sekarang atau siapa nama anak-anaknya David Beckham..
Pertama-tama gw mengunjungi Museum di Trowulan (apa ya nama museumnya.. ;P). Museum ini berisi benda-benda peninggalan kerajaan Majapahit, kelihatannya ga seru ya? taaaapiii kalo disertai dengan
guide yang handal perjalanan mengamati arca-arca kuno bisa seru. Untungnya kita didampingi oleh seorang arkeolog bernama pak Dwi Cahyono yang sangat menguasai cerita-cerita dibalik arca-arca itu. Di Trowulan yang dulunya merupakan ibukota kerajaan Majapahit ini kita juga mengunjungi Gapura Bajang Ratu yang terbuat dari terakota dan Patirthan Candi Tikus. Kenapa namanya begitu men-jijay-kan "tikus" ieuuuuhh.. karena sebelum ditemukan Candi Tikus ini adalah sarang tikus.. ieeuuuhhhh.. padahal dulunya tempat mandi/sumber air suci.... ga kebayang.... Setelah itu giliran Candi Jawi dan Candi Singasari lalu langsung menuju hotel Montana II di Malang. Malamnya rombongan ketoprak BatMus (Sahabat Museum) makan dirumah makan Inggil di tengah kota Malang, tempatnya sangat asyiik, ruangan-ruangannya dipenuhi foto-foto tempo doeloe, barang-barang antik dan kemasan-kemasan jadul (haha.. Asri pasti doyan) plus makanannya ueeenaaaakkk.. (mungkin pengaruh perut yang udah kelaperan..).
(Dari kiri ke kanan)Berangkat bersama Adam Air (not recomended); Pak Dwi Cahyono menjelaskan tentang arca Camundi; Gapura Bajang Ratu; nampang di Patirthan Candi Tikus: Candi Singasari.Keesokan harinya kita mengunjungi Gereja Ijen, melihat-lihat rumah-rumah peninggalan Belanda yang masih ada di jalan Ijen lalu ke Toko Oen untuk mencicipi es krim-nya yang terkenal... Sebenarnya gw ga terlalu suka es krim, tapi herannya gw sanggup menghabiskan 2
scoop es krim-nya (cokelat & mocca) Toko Oen.
(Dari kiri ke kanan) Gereja Ijen; Es krim cokelat Toko Oen; Hotel Niagara.Setelah dari Malang, rombongan menuju Surabaya, tapi sebelumnya mampir melihat hotel Niagara, salah satu bangunan tertinggi pada masanya, yang konon kabarnya
spooky berat.. hahaha... Di Surabaya kita berkeliling kota dengan bus, kebetulan di bus yang gw tempati di pandu oleh seorang guide dadakan yang ampuuuuuunnn deh... kata-kata favoritnya.. "ini adalah bangunan tua, dan udah mau dibongkar" sangat menjelaskan sekali ;( atau .. "bangunan ini dibuat oleh Citroen" mungkin dia cuma hapal satu arsitek Oom Citroen ini saja.. Beruntung sekali rombongan di Bus 2 yang dipandu oleh Pak Eddy Samson, seorang saksi sejarah perobekan bendera Belanda di hotel Yamato, but
anyway.. gara-gara Oom Citroen kita bisa jadi lebih akrab dengan penghuni bus 1 yang lain.. (bisa sama-sama terkikik kalo lagi lagi Citroen disebut, jahat banget ya.. huhu).
Setelah jalan-jalan kita segera menuju Hotel Majapahit (dulu hotel Oranje/Yamato). FYI hotel ini kelasnya bintang 5
sooo, bayangin betapa noraknya gw begitu memasuki kamar yang disediakan buat gw... whoooaaa.. semua laci, lemari gw buka... trus inspeksi kamar mandi.. whoaaa.. mewah sekaliiii ada
shower dan
bathtub yang terpisah.. trus keran-kerannya seperti dilapisi emas.. dan ada
speaker(yang bisa mendengar acara TV di ruang duduk)+telpon di kamar mandi... whooaaa...
ok that's enough! heeheh.
Hotel Majapahit yang dulunya bernama hotel Yamato, sebelumnya hotel Oranje; Nangkring di depan hotel bersejarah.Malamnya rombongan BatMus makan malam di Kya Kya Kembang Jepun, tempatnya berupa sebuah jalan (jl. Kembang Jepun) yang ditutup dan dipenuhi penjual makanan kaki lima dan didekor bernuansa cina.... keren skali. Kya kya berarti jalan-jalan dalam bahasa cina dialek Hokkian. Setelah makan lalu di putar film tentang surabaya jaman dahulu di semacam layar tancap yang sudah disediakan buat rombongan BatMus.. plus presentasi oleh pak Freddy tentang awal mula pendirian Kya Kya Kembang Jepun. Pulangnya berendam dulu di
bathtub lalu tiduurrr.. ahhhhh surgaaa dunia..
Keesokannya paginya kita berkunjung ke museum sejarah sampoerna, House of Sampoerna. Museum ini berisi sejarah Liem Seeng Tee, pendiri pabrik rokok Sampoerna, foto-foto keluarga, bermacam-macam jenis tembakau, replika warung pertama milik Liem Seeng tee, mesin cetak yang pertama digunakan untuk mencetak kemasan rokok Sampoerna, macam-macam rokok keluaran Sampoerna dan pertunjukan langsung cara melinting dan mengepak Dji Sam Soe oleh para buruh pabriknya (di belakang museum terdapat pabrik rokok Dji Sam Soe yang bisa dilihat dari balik kaca). pengalaman melihat para buruh bekerja di pabrik rokok mengingatkan gw pada adegan dalam
film Charlie and the chocolate Factory, saat tupai-tupai sedang mengupas kacang.. kecepatannya itu
lhoo..
(Dari kiri) Bangunan tua yang sudah direnovasi di Surabaya; Museum House of Sampoerna; Mengepak Dji Sam Soe.Setelah makan siang di kafe Sampoerna dan blanja blanji Merchandise rombongan lalu menuju bandara Juanda untuk pulang kembali ke Jakarta, kembali menghampiri
never ending deadline... huhuhu.