Thursday, December 29, 2005

mimpi..

Apa yang menentukan sebuah mimpi dikategorikan menjadi Mimpi Buruk atau Mimpi Indah? Menurutku mimpi buruk bukan semata-mata mimpi yang berisi kejadian-kejadian sadis, seram dan berdarah-darah seperti film-film horor, tapi mimpi yang berisi perwujudan kecemasan-kecemasan yang berada di alam bawah sadar gw. Misalnya gw sering banget mengalami mimpi hampir ketinggalan bis gara-gara packing belum beres menjelang gw pulang kampung.. penyebabnya ya memang gara-gara gw belum packing.. hehehe.. Kedengarannya kurang seram untuk masuk kategori mimpi buruk? Huh coba aja.. yang jelas saat bangun rasanya legaaaaa.

Lalu contoh baru-baru ini gw mimpi bertemu dengan Orlando Bloom in privat, trus gw ngobrol ngalor ngidul.. bla bla bla.. "I'm you're biggest fan" " I love your role as Balian in Kingdom of Heavens" bla bla bla... Ya ya ya.. seharusnya ini jadi mimpi yang indah kalo saja tidak ada kejadian selanjutnya. Seperti pada umumnya kalo seorang fans bertemu idolanya dia akan mengambil foto untuk kenang-kenangan, disinilah sang dewa mimpi buruk beraksi.. entah bagaimana caranya kamera digital gw berubah menjadi sebuah kamera pocket kuno dan bentuknya ga banget yang ga bisa dipake buat motret ... huhuhuu oooohhh nooooooo... sia sia saja gw bertemu Orlando tanpa berfoto bareng.. oh betapa rugiiinyaaa.. Apa yang harus gw katakan sama teman-temanku (like they care ^_^). Dan karena gw bangun dengan perasaan kesaaaal, gw kategorikan mimpi ini ke dalam mimpi buruk.

Ga banget ya?

*foto kredit: Sipa Press, www.sipa.com

Tuesday, December 27, 2005

not so fresh jiffest review

yah sesuai judul di atas laporan menonton Jiffest tahun ini memang udah basi karena telat lebih dari seminggu .. tapi daripada ga ada postingan, ya kan? hehehe..

Pertama yang gw rasakan setelah Jiffest usai adalah.. rasa lega "akhirnya gw bisa tidur di bawah jam 12 lagi" tidak heran karena selama seminggu Jiffest gw paling cepat sampe rumah pukul 23.30. Perasaan yang muncul selanjutnya adalah rasa sesal (emang Ramadhan.. hehehe) seharusnya gw bisa nonton lebih banyak lagi. Tapi gw menghibur diri dengan berdoa supaya film-film yang ga sempat gw tonton segera beredar dalam bentuk DVD, amien!

Beberapa film yang meninggalkan kesan mendalam diantaranya adalah film C.R.A.Z.Y dan The Downfall.

Awalnya gw ga berencana nonton C.R.A.Z.Y tapi karena The Saddest Music on Earth yang mau gw tonton dibatalkan dan digantikan dengan film ini. Beruntung sekali kan :)

Film ini bercerita tentang kehidupan sebuah keluarga di Kanada pada tahun 60 dan 70-an, tokoh utamanya adalah Zachary anak ke-4 keluarga Beaulieu yang diperankan oleh Marc-Andre grondin (he's so cute, FYI). selain casting yang menjanjikan film ini juga dibumbui humor dan soundtrack yang keren.

Film menarik lainnya adalah The Downfall yang juga merupakan film closing Jiffest 2005. Film ini berkisah tentang detik detik terakhir kejatuhan Hitler dan The Third Reich dalam Perang Dunia ke-2. Walaupun film ini menyajikan kisah yang tidak ringan dan berbau sejarah herannya badan gw seakan dipaku ke kursi dan mata gw dilem ke layar (sedikit hiperbola won't hurt ya). This movie is worth watching. minimal lo bakal terpesona sama pemeran Hitler yang berakting dengan meyakinkan (atau hanya terpesona karena melihat ludah menyembur-nyembur dari sang hitler karena marah-marah dalam bahasa jerman hehehe)
fuhrer
Bruno Ganz sebagai The Fuhrer

taegukgi
Dua bersaudara dalam film TaeGukGi yang diperankan oleh Wonbin dan Jan Dong Gun. Film ini juga diputar di Jiffest, gw sudah menonton DVD-nya dan dijamin menguras air mata ;)

well karena gw sudah cape, jadi review-nya sampe disini saja.. hehehe